SISTEM PENCERNAAN MANUSIA
SISTEM PENCERNAAN MANUSIA
Sujarni, S.Pd.
Kompetensi Dasar:
3.5. Menganalisis sistem pencernaan pada manusia dan memahami gangguan yang berhubungan dengan sistem pencernaan, serta upaya menjaga kesehatan sistem pencernaan
4.5. Menyajikan hasil penyelidikan tentang pencernaan mekanis dan kimiawi
=====================================
Assalamualaikum…
Alhamdulillah, pada pertemuan kali ini, kita masih diberi kesempatan belajar mengenai hal-hal sebagai berikut:
Sistem Pencernaan pada manusia , meliputi :
o Zat makanan
o uji bahan makanan
o organ pencernaan
o enzim pencernaan
o penyakit yang berhubungan dengan sistem pencernaan
yuukkk... kita pelajari satu-satu yaaa
====================================
pertama kita akan belajar mengenai zat makanan, pertama yang harus kita pahami, apa sih zat makanan itu?
nah, zat makanan merupakan bahan-bahan yang diperlukan oleh tubuh supaya dapat tetap hidup.
Makanan sumber energi dan bahan baku membangun tubuh.
Ada 2 jenis zat makanan, yaitu:
- zat makanan makro (karbohidrat, lemak, protein, air)
- zat makanan mikro (vitamin, mineral).
lalu, apa fungsi makanan bagi tubuh kita? banyak banget fungsinya.
Fungsi Makanan, antara lain:
- pertumbuhan dan perkembangan tubuh
- pemeliharaan dan perperbaikan sel-sel tubuh yang telah rusak atau tua
- Penjaga keseimbangan cairan tubuh
- pertahanan tubuh terhadap penyakit
- Penghasil energi oh iya, lalu syarat makanan yang baik itu bagaimana?
Yang pasti, syarat makanan yang baik harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
o Bergizi, yaitu cukup mengandung kalori, karbohidrat, lemak, dan protein yang mengandung 0 asam amino esensial.
o Mudah dicerna dan cukup mengandung air
Nah, sebelum di gunakan tubuh, makanan dicerna dalam sistem pencernaan,
Sistem pencernaan terdiri dari saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan.
apa perbedaannya?
Saluran pencernaan terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar dan anus
sumber: google
MULUT
Proses pencernaan makanan di mulut melibatkan peranan lidah susunan gigi dan air ludah.
Lidah, adalah bagian mulut yang sangat peka terhadap rasa makanan.
Lidah berperan penting dalam membolak-balikk dan mengaduk makanan.. Lidah juga dapat membantu proses menelan makanan
Gigi,
yang mempunyai fungsi untuk menghalus makanan.
Proses menghaluskan makanan dengan gigi ini bisa dilakukan dengan 3 jenis gigi ini, yaitu gigi seri, gigi taring, dan juga gigi graham. Gigi seri mempunyai fungsi untuk memotong motong makanan, gigi taring berfungsi juga menyoyak atau menyobek makanan. Sedangkan gigi graham mempunyai fungsi menggiling makanan hingga halus.
Air ludah
dihasilkan juga oleh kelenjar air ludah.
Selain dihaluskan oleh gigi, zat yang terkandung didalam makanan tersebut diubah menjadi zat yang lebih sederhana oleh air ludah.
Kerongkongan
Kerongkongan berbentuk pipa yang bisa menghubungkan rongga mulut dengan lambung letaknya dileher di depan tenggorokan/trakea. Saat menelan makanan masuk ke kerongkongan. Dikerongkongan ini, makanan yang dibungkus oleh cairan yang disebut mucus.
Cairan tersebut mempunyai fungsi seperti pelumas yang dapat melicinkan saluran kerongkongan. Dikerongkongan terjadi gerak peristaltik yaitu gerak otot kerongkongan untuk mendorong makanan menuju ke lambung.
Lambung
Lambung ialah tempat dimana pencernaan makanan setelah kerongkongan. Letak lambung terdapat di bagian rongga perut. Lambung ini memiliki bentuk mirip dengan kantong dengan dilapisi dinding yang cukup tebal. Ukurannya kurang lebih sebesar kepalan tangan orang dewasa dan juga memiliki warna merah muda dan mengkilap.
Dinding lambung tadi dapat mengembang dan mengempis, jika lambung terisi makanan akan mengembang dan jika saat lambung kosong akan mengempis. Lambung juga mampu menampung sekitar 1,5 liter makanan.
Usus Halus
Usus halus terdiri atas 3 bagian yaitu usus dua belas jari, usus kosong, dan juga usus penyerapan. Panjang usus halus kurang lebih 6m. Didalam usus halus tersebut terjadi proses pencernaan dan penyerapan sari makanan.
Pencernaan makanan tersebut masih terjadi di usus dua belas jari sedangkan penyerapan sari makanan terjadi pada usus penyerapan. Di usus dua belas jari ini terjadi pencernaan secara kimiawi oleh getah-getah pencernaan seperti getah empedu, getah pancreas, dan juga getah usus.
Usus Besar
Usus besar dibagi lagi menjadi 3 yaitu, sekum, kolon, dan rektum. Sekum termasuk usus besar yang mempunyai fungsi untuk menyerap cairan dan garam, Kolon juga menyimpan makanan dan rektum sisa makanan dari kolon dan kemudian dikeluarkan melalui anus
Anus
Sisa makanan dibuang dari tubuh melalui proses defekasi (buang air besar) yang merupakan fungsi utama anus
yang perlu kita pelajari selanjutnya adalah enzim pencernaan'
Macam-macam enzim pencernaan
Mulut
Enzim ptialin, mengubah amilum menjadi maltosa
Lambung
Enzim pepsin, mengubah protein menjadi pepton
Enzim renin, mengubah protein menjadi kasein (protein susu) & mengendapkan kasein susu
Enzim lipase gastrik, mengubah lemak menjadi asam lemak
Asam klorida, membunuh bakteri atau kuman yang masuk melalui makanan dan mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin
Pankreas
Enzim amilase, mengubah amilum menjadi maltosa & glukosa
Enzim lipase steapsin, mengemulsi Lemak menjadi asam lemak & gliserol
Enzim tripsin, mengubah pepton menjadi polipeptida (asam amino)
Kelenjar usus
Enzim enterokinase (enzim khusus), berfungsi untuk mengubah tripsinogen menjadi tripsin yang digunakan dalam saluran pankreas
Enzim maltase, berfungsi untuk mengubah maltosa menjadi glukosa
Enzim laktase, berfungsi untuk mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa
Enzim sukrase, berfungsi untuk mengubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa
Enzim paptidase, berfungsi untuk mengubah polipeptida menjadi asam amino
Enzim lipase usus, berfungsi untuk mengubah Lemak menjadi asam lemak dan gliserol
Enzim erepsin/dipeptidase, berfungsi untuk mengubah dipeptida atau pepton menjadi asam amino
Enzim disakarase, berfungsi untuk mengubah disakarida menjadi monosakarida
Terakhir, kita akan belajar mengenai kelainan sistem pencernaan manusia.
Gangguan sistem pencernaan adalah masalah yang terjadi pada saluran atau organ yang terlibat dalam pencernaan. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari infeksi hingga naiknya asam lambung. Gejala gangguan sistem pencernaan pun bervariasi, mulai dari yang ringan hingga yang berat.
Berikut ini adalah macam-macam gangguan sistem pencernaan yang umum ditemui:
Gondongan
Penyebab gondongan adalah virus. Gondongan yang bersifat menular menyebabkan kelenjar ludah membengkak, panas, dan nyeri. Umumnya penyakit ini menyerang anak usia 5- 15 tahun. Jika pernah mengalami gondongan, tubuh akan kebal terhadap serangan gondongan.
Gigi berlubang(karies)
Gigi berlubang di sebabkan oleh bakteri streptococcus yang dapat merubah karbohidrat pada mulut menjadi asam laktat, akibatnya lambat laun akan menghancurkan email danmenyebabkan lubang, Pencegahan gigi berlubang dengan cara menggosok gigi setelah makan dan sebelum tidur.
Diare
Diare adalah peningkatan frekuensi BAB lebih dari 3 kali dalam sehari disertai perubahan konsistensi menjadi lebih cair. Kondisi ini bisa disebabkan oleh perubahan pola makan, infeksi rotavirus, atau bakteri. Diare bisa berlangsung selama beberapa hari hingga berminggu-minggu.
Selain menyebabkan perubahan frekuensi dan konsistensi BAB, diare juga bisa mengakibatkan penderitanya mengalami kram perut, demam, kembung, dan mual.
Sembelit
Konstipasi atau sembelit adalah perubahan frekuensi BAB menjadi lebih jarang dan disertai dengan kesulitan BAB. Hal ini bisa disebabkan oleh menurunnya pergerakan usus. Umumnya seseorang dianggap mengalami sembelit ketika frekuensi buang air besarnya kurang dari 3 kali dalam seminggu.
Di samping frekuensi buang air besar yang menurun, gejala sembelit lainnya meliputi:
Feses keras.
Harus mengejan saat buang air besar.
Merasa ada penyumbatan di rektum, sehingga tinja sulit dikeluarkan.
Merasa tidak tuntas setelah buang air besar.
Perlu bantuan untuk mengeluarkan feses, misalnya menekan perut atau menggunakan jari tangan untuk mengeluarkan feses dari anus.
Wasir (hemoroid)
Wasir terjadi ketika pembuluh darah vena yang terletak di luar atau di dalam saluran anus (rektum) mengalami pembengkakan. Penyakit ini bisa terjadi pada siapa saja, namun sekitar 50% penderitanya berusia di atas 50 tahun. Wasir dapat menimbulkan nyeri dan gatal pada anus, benjolan di anus, serta keluarnya darah ketika BAB. Kadang wasir juga bisa membuat penderitanya sulit untuk duduk.
GERD
Gastroesophageal reflux disease (GERD) atau penyakit asam lambung terjadi ketika asam lambung naik menuju kerongkongan. Kondisi ini disebabkan oleh melemahnya katup (sfingter) yang terletak di dalam saluran kerongkongan bagian bawah.
Pada orang sehat, katup tersebut akan berkontraksi dan menutup saluran kerongkongan setelah makanan turun ke lambung. Namun pada penderita GERD, katup yang lemah menyebabkan kerongkongan tetap terbuka, sehingga asam lambung naik ke kerongkongan.
Beberapa gejala penyakit asam lambung adalah:
Rasa perih dan sensasi seperti terbakar di dada, yang bertambah parah setelah makan atau saat berbaring.
Rasa asam di belakang mulut.
Sakit saat menelan.
Adanya rasa mengganjal di kerongkongan.
Batuk tanpa dahak.
Radang tenggorok, jika asam lambung mengiritasi tenggorokan.
Tukak lambung
Tukak lambung adalah luka pada lapisan lambung dan usus halus bagian atas. Pengikisan dan luka tersebut umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori atau penggunaan obat pereda nyeri dalam jangka panjang.
Umumnya tukak lambung menimbulkan nyeri ulu hati. Gejala lain yang bisa muncul pada tukak lambung adalah:
Rasa begah dan kembung
Mual dan muntah
Feses berwarna gelap
Perubahan nafsu makan
Penurunan berat badan yang tidak diketahui sebabnya
Macam-macam gangguan sistem pencernaan yang dipaparkan di atas dapat menimbulkan keluhan yang ringan sampai berat dan mengggangu aktivitas.
Batu empedu
Biasanya disebabkan oleh meningkatknya kadar kolesterol sehingga garam empedu dan fosfolipid tidak mampu lagi melarutkannya. Akibatnya kolesterol akan mengkristal dan membentuk batu empedu.

Komentar
Posting Komentar